Pegawulan, Darmakradenan (Napak Tilas Masa Kecilku)

Pegawulan, adalah nama sebuah grumbul yang ada di desa Darmakraden, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Menyebut desa Darmakradenan tentu kita jadi ingat nama Mbok Minah seorang nenek yang menjadi terkenal di seluruh Indonesia atau bahkan dunia karena mengambil tiga biji buah kakao dari PT Rumpun Sari Antan (RSA) yang ada di desa ini pada 2 Agustus 2009 silam. Desa Darmakradenan dapat dijangkau kurang lebih 30 menit dari arah timur kota Purwokerto. Desa Darma orang sering menyebutnya, selain terkenal dengan batu kapurnya sebetulnya sudah sering muncul diberita baik dimedia elektronik maupun surat kabar, seringkali yang diberitakan adalah hal hal yang menyedihkan, selain kisah Nenek Minah juga masalah sengketa tanah, bencana tanah longsor, kekurangan air karena musim kemarau dan lain sebagainya. Darmakradenan terdiri dari beberapa grumbul ada Grumbul Sidoarjo atau angkruk yaitu tempatnya Nenek Minah, grumbul Cipecang, Pegawulan, Karangpucung, Cigebang, Kesal, Dukuh Banjar dan Dukuh Purwojati.

Bagi saya cerita tentang desa Darma tentu tidak ada habisnya, Pegawulan adalah salah satu grumbul yang banyak menyimpan kenangan, karena dari masa anak anak sampai menjadi remaja saya hidup di desa ini. Bertepatan pada peringatan hari Ibu ini sekaligus mengisi waktu liburan, ingin rasanya saya mengenang kembali masa masa kecil yang sungguh sangat mengesankan. Masa bermain di sawah, diladang bahkan digunung-gunung karena memang Desa Darmakradenan adalah daerah Pegunungan yang berbukit bukit. Kadang sangat sulit mencari tanah datar untuk lapangan sepak bola, sehingga kalo bermain sepak bola harus di sawah-sawah kering setelah musim panen tiba.

Memandang bukit didepan rumah saya teringat masa masa kecil saya dahulu, pemandangan alam yang masih indah dan asri, teringat saat mandi disungai (kali tobong) dibawah bukit yang mata airnya luar biasa besar dan jernih, saat mencari kayu bakar (pohon krinyu) yang harus naik kebukit-bukit, bersama teman teman saya Kaslum, Warto, Darso, Aslam, Kasim, Takum dan yang lain, saat menggembala kambing di ladang Pak Carik yang seringkali dimarahi karena kambingnya memakan tanaman jagung miliknya,.. teringat saat menangkap belalang disawah sawah sehabis panen, betapa serunya menaiki pelepah pisang saat sungai didepan rumahku banjir….dan masih banyak kisah dan cerita lucu lagi yang sangat mengesankan…

Kondisi sekarang sudah sangat jauh berbeda seiring dengan kemajuan pembangunan desa. Kemajuan desa sungguh sangat pesat baik sosial ekonomi sarana infrastruktur maupun pendidikannya, sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian petani dan buruh tambang batu kapur, banyak juga yang menjadi guru, polisi, sopir dan sebagainya. Di daerah pelosok banyak pemuda pergi ke luar negeri menjadi TKW namun juga banyak Para pemuda yang melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi negeri dan swasta di kota purwokerto bahkan ada yang di kedokteran UGM.

Industri tambang batu kapur merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat yang sejak saya kecil sampai sekarang masih eksis, hampir sebagian besar rumah rumah dibangun permanen bahkan sampai di pelosok dukuh. Penambangan batu kapur yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan terkait masalah polusi…..nyatanya sangat membantu perekonomian masyarakat.

Saya mencoba melangkahkan kaki menuju pematang sawah yang masih tersisa dari pembangunan perumahan, terlihat anak kecil berlari setelah mandi di sungai bersama ibunya….wah saya jadi teringat masa kecil saya….pemandangan sawah-sawah masih seperti dulu…..

Pak Slamet beristirahat dan Mbok Kamisah yang sedang mengambil rumput untuk ternaknya…

Saya mencoba napak tilas saat saya mengambil kayu bakar dulu….sebagian masih seperti dulu sebagian sudah rusak oleh penambangan batu kapur….

Saya bertemu salah satu penambang batu kapur Bapak Arsono yang bekerja sangat luar biasa dari tebing yang sangat curam, …wah seperti superman saja… dapat memecahkan gunung sebesar ini….

Saya mencoba menganti peran pak Arsono….dengan berpenghasilan kurang lebih 20.000 rupiah perhari..pak Arsono harus bekerja keras, saat cuaca panas dan hujan berpeluh keringat…..harus memecahkan karang yang keras…di tebing yang terjal untuk menghidupi anak dan istri…

Pemandangan luar biasa…. saya melihat dari atas bukit memandang perkampungan rumah saya…

9 Comments

  1. Wahh kerenn…
    Desa ku itu,tempat tinggalle bpa ku kro ma2.
    Bpa orang pegaulan kulon(Galon),ma2 pegawulan tegah (kompas)komplek puskesmas.
    Pokokna ,,,,,
    ::‧(◦ˆ ⌣ ˆ◦)::‧(y)
    Si!!! Keren abis….

  2. sebelumnya salam kenal buwat mas agus riyanto. saya suka ini mas, saya jadi teringat desa darmakradenan. soalnya saja lahir dan dibesarkan disana. sampai umur 19 tahun saya tinggal disana, 5 tahun di purwokerto dan dari tahun 2010 tinggal di boyolali. yang lebih menarik lagi, foto yang ditampilkan merupakan foto daerah saya, purwojati dan pegawulan kulon.

  3. ini adalah mungkin kawan masa kecil, nama muhaimin lahir di pegawulan tengah tahun 1970 saya ingat ingat lupa mungkin anda yang sering dipanggil LILIK ? membaca cerita anda saya jadi rindu sekali akan kampung. sekarang saya tinggal di pekanbaru sejak 1990 sselsai tamat sma saya langsung merantau di pekanbaru sampai sekarang, saya beristri orang melayu, punya anak tiga. salam sejaktera, ini adalah face book anak saya makasih

    • Maaf aku juga lupa lupa ingat..tapi betul itu nama panggilan saya waktu kecil…..hehehe
      Terimakasih atas kunjungannya…dan
      Salam buat keluarga semoga selalu dalam lindunganNYa..Amin.

  4. saya suka ini, dulu kadang saya berjalan ke arah Cipecang dan Karang Pucung disisi kanan kirinya tebing yang tinggi rimbun dengan pepohonan kriyu, alang alang terkadang pohon besar seperti waru rangkang, dadap masih asri di taun 1980an..trus ke atas sedikit di daerah yang mau ke arah Karang Mojing luas hamparan pinus dan tebing yang menjulang tinggi keliatan putih kalao dilihat dari jalan antar Ajibarang ke Parakan… apa sekarang masih seperti ini ?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s