CILIKE INYONG NENG PEGAWULAN 

Jenenge grumbul Pegawulan, yakue grumbul sing ana nang desa Darmakradenan Kecamatan Ajibarang, Banyumas, menurut sejarahe mbuh kepriwe deneng dadi diarani grumbul pegawulan utawa desa pegawulan mestine ana sejarahe, eee mbok kapan-kapan sapa ngerti dadi desa sing terkenal neng seantero dunia, apamaning jaman siki wis jaman global, ana internet apamaning desa Darma wis due blog utawa website sing bisa di deleng nang wong sedunia.

Nek crita bab desa pegawulan jaman ganu, kayane nek dicritakna telung wulan ya ora rampung, werna werna lakoning urip sing bisa kanggo pangeling eling utawa nggo crita maring anak putune. Nang desa Darmakradenan, Ajibarang ana istilah desa kulon kali lan desa wetan kali tajum, Darma kulon kali biasane wong pada ngomong desa pegawulan. Pegawulan dewek ana grumbul pegawulan wetan utawa sing ganu terkenale daerah “sawo” (sebabe ganu ana wit sawone gede) lan grumbul pegawulan kulon, nang pegawulan ana maning istilah lebak karo nggunung, nah sekang lebak Peguwalan kulon kiye inyong arep crita jaman ganu, jaman lagi ora kepenak, jaman rekasa, jaman priatin jaman inyong esih cilik sekitar tahun pitung puluhan, jaman esih sok mangan karo sega bulet sekang budin gaplek, sega oyek, kadang sega jagung. Continue reading

Advertisements

Jujurlah karena kita orang beriman

Soal kejujuran sebenarnya bukan masalah bisa atau tidak tetapi mau atau tidak mau, sebab bagi seorang muslim , iman dan islam kita seharusnya menyatu dengan kejujuran itu . Jujur bagi orang yang beriman adalah jati diri , Jujur adalah citra diri dan jalan hidup. Karena seperti sabda rosulullah saw ketika ditanya, ” Apakah orang mukmin itu bisa jadi pengecut?” Beliau menjawab “Ya.” Tetapi ketika di tanya “Apakah seoprang mukmin juga berbohong?” dengan tegas beliau menjawab “Tidak , orang mukmin itu tidak berbohong.” sabda ini tentu saja menjadi penegas sekaligus penjelas bahwa jujur itu seharusnya menjadi prinsip yang senyawa dan menyatu dengan jiwa seorang mukmin.

Jujur itu sekali lagi adalah persoalan mau atau tidak. jujur itu adalah persoalan memilih , antara kebenaran yang kita yakini dan dusta yang batin kita tidak pernah tenang dengannya. Dalam banyak kisah keimanan mereka selalu menyatu dengan kejujuran mereka..

Puisiku…diulangtahunmu….

Malam ini, ketika dikau tidur, aku tulis sebuah puisi, ….dan…esok adalah hari bahagiamu, dan semoga menjadi kebahagian keluarga kita….

Istriku….rasa penuh syukur kehadhirat illahi…yang tak mungkin bisa dilukis dengan tinta dan diucap dengan kata…walo kebahagiaan dan kesedihan selalu mengiringi langkah perjalanan hidup kita…akan kubawa dikau dalam talikebenaran illahi… Sehingga aku merasakan betapa dalam ketulusan hati ini ketika merayap. meresap dan menatap kesabaranmu dalam mendampingiku….

Sebuah arti kesetiaanmu bagiku

Dalam tidur pulasmu, aku temukan goresan rasa di wajahmu
Rasa yang membikin hidupku terus berjalan mengiringi waktu
Rasa yang menjalankan kakiku untuk terus bergerak
Bergerak menyusuri jalan yang engkau rajut dengan kesabaranmu

Rasa itu begitu kuat menyelimuti wajahmu
Sehingga menyebar menjadi rangkaian aura kecantikan bagiku
ikut menghiasi perjalanan yang penuh dengan kejenuhan
dan rasa itu yang merubah kejenuhan ini menjadi kedamaian

Istriku…. dikau yang memiliki dan menorehkan rasa
Perlu engkau tahu….apakah rasa itu
rasa yang engkau berikan kepadaku yang tanpa kau sadari
rasa cinta dari hatimu dan bathinmu bukan dari matamu

rasa cinta itu yang membuat aku tetap disampingmu
dan akan selalu disampingmu….

MINGGU PAGI DI ALUN ALUN PURWOKERTO

Sudah menjadi kegiatan rutin kalo Minggu pagi saya mengikuti pengajian di Masjid Agung Baitusalam, tidak seperti biasanya jam 6 pagi jalan menuju masjid atau alun-alun Purwokerto sudah di perboden…diperempatan RS Omnia sudah dihadang pak Polisi….”Mau kemana mas?..tanya pak Poplisi…dari pakaiannya tentu dia harusnya tau kalo saya mau ngaji…tapi ya nda papa saya harus jalan kaki  menuju Masjid…ternyata mulai pagi ini Pemda Banyumas mulai memberlakukan Car Free Day (Hari tanpa kendaraan bermotor) mulai dari jam 07.00 WIB – 09.00 WIB pengendara mobil dan sepeda motor tidak bisa melintasi Jln. Jenderal Soedirman, Purwokerto, hanya para pejalan kaki, pesepeda, atau pengguna sepatu roda yang boleh melewati jalan tersebut. Kegiatan Pengajian di Masjid Agung Baitusalam agak terganggu oleh suara bising berbagai kegiatan yang digelar di alun alun dan dijalanan ada pagelaran musik,  senam bersama / erobik, Continue reading