Marhaban ya Ramadhan…

Hanya dalam hitungan hari, kita akan memasuki bulan Ramadhan 1431 H. Ramadhan merupakan tamu agung yang senantiasa kita harapkan kedatangannya. Karena itu, tentu kita harus mempersiapkan diri guna menyambutnya.

Rasulullah SAW dan para sahabat sangat bersemangat menyambut datangnya bulan Ramadhan. Mereka sangat serius mempersiapkan diri agar bisa memasuki bulan Ramadhan dan melakukan segala amalan di dalamnya dengan penuh keimanan, keikhlasan, cinta, semangat, giat, dan tidak merasakannya sebagai beban.

Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut Ramadhan, tamu yang sangat istimewa ini. Persiapan penting yang harus kita lakukan adalah persiapan mental dan ilmu. Mempersiapkan diri secara mental tidak lain ialah mempersiapkan ruhiyah serta membangkitkan suasana keimanan dan memupuk spirit ketakwaan kita.

Dalam hal ini, Rasulullah SAW telah memberikan contoh kepada kita dengan memperbanyak puasa pada bulan Syaban. Bahkan, Rasulullah SAW menyambung puasa Syaban itu dengan puasa Ramadhan.

Puasa pada bulan Syaban demikian penting dan memiliki keutamaan yang besar daripada puasa pada bulan lainnya selain bulan ramadhan. Karena itu, kita gunakan bulan Syaban ini untuk melakukan introspeksi diri, sejauh mana kita telah bertindak dan bermuamalah sesuai dengan syariah yang telah Allah SWT turunkan.

Saatnya kita segera mempersiapkan diri sendiri, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita guna menyongsong datangnya Ramadhan. Caranya ialah dengan memperbanyak puasa serta membaca Al Quran sekaligus menelaah, memahami, dan menadaburkan kandungannya.

Kita juga harus giat melakukan shalat malam serta memperbanyak sedekah dan amalan kebaikan lainnya. Yuk…kita semuanya melakukan persiapan yang matang untuk menyambut tamu Agung yang penuh berkah. Wallahu’alam

TITIK SPIDOL HITAM DI “HATIKU”

Sebelumnya, saya tidak pernah berpikir untuk mengukur seberapa bersih hati saya. Namun, saat mendengarkan ceramah di sebuah radio, hati saya tergugah untuk mencobanya. Dalam ceramah itu dinyatakan, hati itu ibarat kertas putih. Ia akan berubah menjadi hitam, jika setiap hari kita memberinya titik hitam alias dosa yang kita perbuat.
Saya tergugah untuk mempraktikkannya langsung dalam kehidupan sehari-hari, dengan menggunkan alat bantu kertas putih dan spidol hitam. Mula-mula saya menggambar bentuk hati di kertas putih, yang saya ibaratkan sebagai hati saya. Mulanya saya merasa, ini akan menjadi percobaan yang mudah sekali. Namun, setiap kali saya merasa berbuat dosa, rasanya beraaaaat sekali untuk membubuhkan noda hitam di “HATI” saya itu. Sebab, ternyata banyak sekali kejadian atau peristiwa yang membuat saya, mau tak mau, harus membubuhkan titik hitam. Mulai dari berbohong, bergosip, marah-marah, berkata jorok, berburuk sangka pada orang lain, dan banyak lagi.
Padahal, selama ini saya menganggap diri saya sebagai orang baik yang selalu berusaha tidak melakukan dosa besar dan tidak merugikan orang lain. Dengan mengukur kebersihan hati sendiri, meski lewat cara yang sangat sederhana, saya jadi menyadari, ternyata hati saya belum cukup bersih untuk menyebut sebagai orang baik.

Koleksi Photo Kebesaran Alloh SWT

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa
sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”
[QS. Al- Fushshilat]

Tidak semua peristiwa alam dapat dijelaskan dengan akal. Dalam koleksi ini disajikan keajaiban alam. Koleksi ini dikumpulkan sedikit demi sedikit dari internet. Jika anda merasa dapat memberikan tambahan keterangan pada koleksi di bawah ini, silahkan beri komentar anda !.

Gambar lainnya bisa dilihat di http://www.islamcan.com/miracles/index.shtml


LEBAH YANG MENULISALLAHU
(Those who are familiar with Arabic will easily be able to identify what this beehive spells – “Allahu”) Continue reading