Menikmati Hidup Indah

BISA menikmati keindahan hidup adalah keinginan semua orang. Tidak sedikit orang yang mau membayar mahal untuk bisa menikmati hidup indah. Seolah-olah kenikmatan hidup itu bisa dibeli. Padahal hidup indah yang hakiki tidak terletak dari seberapa banyak kita bisa menggengggam kekayaan dunia. Karena tidak semua keindahan hidup bersifat materi dan mesti terindra, namun juga bersifat immateri dan tidak terindra.
Hidup ini sangatlah indah andai saja kita mau merenungkannya. Sayangnya, kadangkala kita merasa hidup ini sarat kesulitan, penuh masalah. Akibatnya, hidup di dunia terasa menghimpit. Hal ini terjadi karena kita sering memandang negatif setiap persoalan yang dihadapi. Yang terbayang hanyalah, bahwa akan ada hal-hal yang tidak menyenangkan. Sehingga hati, pikiran menjadi resah memikirkan kejadian yang sebenarnya belum tentu terjadi.
Harusnya sebaliknya, kita harus berpikir positif terhadap segala hal yang terjadi. Bersikap positif akan jauh lebih mudah membuat kita tenang dan dapat berpikir jernih kala menghadapi masalah. Orang seperti ini akan mudah menikmati hidupnya. Karena ia yakin, tidak ada peristiwa buruk yang terjadi andai ia dapat menuntaskan setiap masalah dengan baik.
Ia tidak akan resah, karena ia menyerahkan segalanya kepada Allah, tentu dengan diiringi ikhtiar optimal. Ia juga senantiasa yakin bahwa setiap kejadian yang disikapi positif selalu melahirkan hikmah. Dengan hikmah, akan membuat kita merasa tenteram karena semua yang terjadi merupakan ketentuan-Nya.

Beberapa prinsip agar hidup kita yang sebentar ini indah, antara lain; Pertama, sibukkan diri dengan mengakui kelebihan, kebaikan orang lain. Kita belajar menerima dengan ikhlas bahwa orang lain memiliki kelebihan yang berbeda dari kita. Berangus segera perasaan iri dan dengki. Ingatlah mereka adalah saudara kita juga. Selalu upayakan berpikir positif tentangnya. Cari seribu satu alasan agar kita tidak menyalahkannya. Kalau tidak, justru kita sendiri yang merasa sengsara. Buatlah pikiran kita sibuk dengan mengingat kebaikan orang lain dan tidak mengingat-ingat kesalahanya.

Prinsip Kedua yang harus kita miliki agar merasakan keindahan hidup adalah mengupayakan tidak mengingat kebaikan diri sendiri. Karena hal ini akan menjerumuskan diri kepada sikap ujub, sombong. Merasa orang lain harus berhutang budi atas kebaikan kita. Akibatnya kita akan meremehkan orang lain. Semestinya kita harus menyadari bahwa kebaikan yang bisa kita lakukan hanyalah menolong setiap hamba-Nya. Disertai dengan keikhlasan hati. Kita hanya beruntung, bersyukur dapat menjadi jalan kebaikan bagi orang lain. Jika tidak karena karunia Allah, kita tidak akan kuasa menolong siapapun juga. Sedikit pun kita tiada berdaya upaya selain karena izin-Nya. Sehingga tentu tidak ada alasan untuk sombong atau merasa berjasa. Lagipula semakin kita mengingat kebaikan diri, bisa jadi akan rusak pahala kita dari amal itu.

Seharusnya, kita yang harus berterimakasih kepada orang yang telah kita tolong. Dengan membantunya, bukankah kita mendapat ganjaran pahala. Ladang amal dari Allah. Dengan demikian kita akan selalu tawadhu’, tidak merasa berjasa terhadap apa yang telah dilakukan.

Mudah-mudahan, dengan selalu berupaya berpikir positif terhadap orang lain dan tidak mengingat kebaikan diri, kita dapat menikmati hidup. Sehingga Insya Allah hidup indah akan kian terasa. Hati tenang, dan bahagia. Orang lain pun merasakan manfaat dari diri kita. Berbahagialah orang yang termasuk sebaik-baiknya muslim yaitu yang paling banyak manfaatnya bagi yang lainnya. Wallahu a’lam bish showab.

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s