Manusia 100%

Jadilah manusia 100%, bila tidak itu sama saja dengan 0%. Nasihat ini saya dapatkan dari sahabat saya Syamsul Arifin. Misalnya, Anda di rumah punya home teater yang memerlukan daya listrik 1.200 watt padahal daya listrik di rumah Anda hanya 1.199 watt, apakah home teater ini bisa digunakan? Tidak. Ternyata, hanya kurang daya 1 watt hasilnya nihil.

Dalam menjalankan sesuatu, lakukan dengan kekuatan penuh 100%! Sebab, bila ada keraguan atau kemalasan 1% saja hasilnya nihil. Masih belum yakin? Saya contohkan lagi, bila Anda sholat Ashar 4 rakaat, sudah duduk di tahiyat akhir, hanya kurang salam ke kanan dan ke kiri. Tiba-tiba Anda batal, apakah sholat And sah? Tidak, sesuatu yang tidak 100%, hasilnya nihil.

Bukan hanya beragama yang perlu 100% alias kaffah atau menyeluruh, dalam semua aktivitas yang kita lakukan selalu gunakan kekuatan penuh 100%. Kalau tidak begitu hasilnya nihil alias 0 (nol). Saat Anda menekuni profesi tertentu, maka tekunilah dengan kekuatan penuh. Jadikan ia pilihan hidup Anda, bukan hanya sekadar pelarian.

Manusia 100% selalu memberi yang terbaik. Ia buang keraguan. Ia campakkan kemalasan. Ia buang keluhan.

Untuk menjadi manusia 100% tidak perlu menunggu kesempurnaan. Hidup itu proses, yang terbaik hari ini memang belum tentu terbaik di kemudian
hari. Tetapi teruslah berusaha memberi yang terbaik kapanpun dan dimanapun.

Saat bersama keluarga, fokuskan energi, kasih sayang dan waktu Anda full untuk mereka. Jangan pernah saat pasangan hidup, anak-anak atau orang tua Anda mengajak bicara, Anda malah sibuk memainkan smart phone atau gadget lainnya. Bila itu Anda lakukan, maka Anda bukanlah manusia 100%, keharmonisan keluarga Anda bisa nihil alias hampa.

Saat Anda menekuni profesi Anda berusahalah dengan kekuatan 100%. Asahlah profesi pilihan Anda setiap saat, terus belajar dan mencari feed back dari orang-orang yang ahli

Keluhan dan kemalasan saat menjalani profesi hanya menjadikan Anda bukan manusia 100%. Jangan heran jika Anda tidak memperoleh apa-apa. Kalaulah Anda mendapat bayaran, sebenarnya itu belas kasihan dari orang yang membayar Anda!

Jadilah manusia 100% agar apapun yang kita lakukan mempunyai arti, nilai dan tidak berujung sia-sia. Mau? Mulailah sekarang juga…
(Jamil Azaini)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s